Senin, 21 Mei 2018

[Mahasiswa Kupu-Kupu atau Mahasiswa Kura-Kura, pilihan ditanganmu!]

Hello Readers ^^


     Menjadi mahasiswa adalah suatu hal yang membanggakan karena tidak banyak orang yang bisa “mencicipi” indahnya masa perkuliahan. Namun, kehidupan dunia perkuliahan tidak seindah seperti yang digambarkan dalam film atau sinetron. Beban tugas menumpuk, dosen “killer” yang siap menerkam dan tanggung jawab membiayai kuliah atau membiayai diri sendiri di perantauan adalah hal yang banyak dikeluhkan mahasiswa zaman sekarang. Karena itu, banyak mahasiswa yang akhirnya merelakan keikutsertaan mereka dalam organisasi baik di kampus atau diluar kampus. Mahasiswa sering dicap sebagai Mahasiswa Kupu-Kupu (Kuliah Pulang - Kuliah Pulang).

     Namun, banyak juga mahasiswa yang masih bisa membagi waktu antara organisasi, kuliah dan keluarga. Mahasiswa seperti inilah yang biasanya disebut sebagai “aktifis kampus”, setelah pulang kuliah mereka biasanya langsung rapat, mengerjakan proker atau sekedar membahas isu-isu penting negara, daerah bahkan kampusnya. Mahasiswa jenis ini adalah kebalikannya dari Mahasiswa Kupu-Kupu, yaitu Mahasiswa Kura-Kura (Kuliah Rapat - Kuliah Rapat).

    Karena bertentangan, kedua jenis mahasiswa diatas jarang banget akur. Mahasiswa Kura-Kura biasanya menertawakan Mahasiswa Kupu-Kupu yang hidupnya “kurang berwarna”, monoton atau tidak suka tantangan. Sedangkan Mahasiswa Kupu-Kupu menertawakan Mahasiswa Kura-Kura yang kebanyakan jarang masuk kelas, IPK standar dan sering bolos karena alasan organisasi. Sebenarnya apa sih sisi positif dari kedua jenis mahasiswa ini? 

      Pertama, kita akan membahas sisi positif dari Mahasiswa Kura-kura lebiih dahulu.

1. Organisasi adalah sarana mengasah soft skill yang tidak didapat selama perkuliahan biasa. Soft skill biasanya berhubungan dengan sisi kemanusiaan dimana kamu belajar bekerja dalam tim, mengatur target, bekerja sama dengan oranglain, menerima perintah atasan, mengatasi konflik maupun memimpin orang. Hal inilah yang akan kamu dapat dalam organisasi baik di kampus maupun luar kampus yang menjadi sasaran Mahasiswa Kura-Kura.

2. Organisasi itu memperluas jaringan pertemanan. Karena kamu sering datang rapat, otomatis temanmu bukan hanya dari kelas perkuliahan, bisa juga dari jurusan lain atau bahkan perguruan tinggi lain.

3. Organisasi bisa sebagai sarana kamu menyalurkan bakat. Misalnya kamu kuliah di jurusan Manajemen, namun kamu punya bakat di musik. Kamu bisa ikut organisasi kesenian yang akan mengasah bakat kamu. Lumayan bisa menghibur dirimu sendiri setelah sibuk berkuliah. Karena tidak mungkin ada mata kuliah menyanyi dalam jurusan Manajemen kan?

4. Organisasi melatih kepekaan sosial. Kamu enggak akan menjadi mahasiswa yang apatis apabila ikut organisasi. Kamu terbiasa bekerja sama dan membantu oranglain.

5. Berorganisasi menambah nilai CV. Kamu bisa menghiasi CV milikmu saat akan melamar pekerjaan dengan keikutsertaan kamu dalam organisasi. Hal ini akan menambah nilaimu di mata perusahaan karena kamu dianggap bisa bekerja sama dalam tim, seperti yang sering dicari perusahaan.

Setelah sebelumnya kita membahas jenis Mahasiswa Kura-Kura (Kuliah Rapat – Kuliah Rapat), kali ini kita akan membahas tentang Mahasiswa Kupu-Kupu (Kuliah Pulang – Kuliah Pulang). Banyak mahasiswa yang akhirnya memutuskan tidak ikut organisasi karena alasan-alasan tertentu, namun menjadi bahan ejekan karena dianggap tidak ikut berkontribusi dan aktif dalam kegiatan kemahasiswaannya.

Namun, berbanggalah kamu apabila memilih menjadi Mahasiswa Kupu-kupu. Karena bila ditelusuri akan ada banyak sekali keuntungan dan sisi positif dari pilihanmu.

1. Kamu lebih fokus pada kuliah. Kamu lebih berhati-hati dalam manajemen waktumu, karena itu memilih tidak ikut organisasi yang bisa saja membuatmu bolos kuliah atau IPK turun.

2. Kamu punya waktu untuk bekerja. Bagi mahasiswa yang membiaya hidupnya sendiri diperantauan, bekerja setelah pulang kuliah adalah jalan yang akan diambil. Teman-temanmu mungkin menganggap kamu pulang ke rumah atau kos hanya untuk istirahat atau hangout. Jangan malu untuk menjelaskan kepada mereka, karena bekerja sambil kuliah itu keren! Manfaatnya pun enggak kalah dengan ikut organisasi di kampus. Malahan, kamu sudah lebih dulu terjun di dunia kerja, enggak seperti teman-temanmu yang hanya mencicipi “miniatur” dari dunia kerja. 

3. Kamu bisa magang. Bila kamu belum punya tanggungan membiayai hidupmu sendiri (masih dibantu orangtua), magang bisa jadi salah satu solusi kamu terjun di dunia kerja Bukan hanya pengalaman organisasi kampus saja yang bisa menghiasi CV milikmu lho.

Tapi pengalaman magang, maupun bekerja bisa juga. Apalagi bila suatu saat kamu melamar sebuah posisi dimana kamu pernah magang diposisi itu sebelumnya, atau kamu melamar di perusahaan dimana kamu pernah magang. Pasti besar kemungkinan kamu akan diterima. Tidak hanya mengoleksi pengalaman di dunia kerja, magang juga membantu mahasiswa berkenalan dengan para praktisi sehingga kamu bisa membangun jaringan profesional di usia muda.

4. Kamu bisa membangun usaha sendiri. Bila kamu enggan menjadi pegawai, maka kamu bisa mulai membuat usaha sendiri. Membangun sebuah usaha pastinya butuh waktu, tenaga dan pikiran; yang mungkin akan tersita apabila kamu ikut organisasi. Misalnya kamu ingin membuat usaha kue kering. Kamu pastinya butuh waktu, tenaga dan pikiran kamu untuk mencoba resep baru, menemukan keunikan bisnismu dan lainnya. Dengan kamu membangun bisnismu sendiri, kamu tidak harus melamar pekerjaan di tempat lain. You can be boss for your own business!

5. Jika kamu punya bakat menulis, kamu bisa mengasahnya saat pulang kuliah. Menulis adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu dan inspirasi. Jika kamu sudah mendapatkan sebuah ide, biasanya kamu akan asyik dengan kegiatan menulismu sehingga melupakan banyak hal. Karena itu, organisasi mungkin tidak terlalu penting buatmu. Apalagi bila kamu sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari hasil tulisanmu, misalnya membuat buku atau blog pribadi.

Dari artikel ini dan sebelumnya, kita bisa membandingkan antara Mahasiswa Kura-Kura dan Mahasiswa Kupu-Kupu, bukan? Keduanya ternyata punya sisi positif yang seimbang dan tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Kamu bisa memilih salah satunya dengan berbagai pertimbangan. Semua pilihan ada ditanganmu, semua baik asal kamu bisa bertanggungjawab. Jadi mana pilihanmu? 

Sumber artikel:
https://news.okezone.com/read/2015/10/25/65/1237805/jadi-mahasiswa-kupu-kupu-banyak untungnya

http://www.isigood.com/uncategorized/manfaat-jika-kamu-berorganisasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar