Senin, 21 Mei 2018

Metode Statistik dengan satu Parameter


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Geologi struktur adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bentuk-bentuk arsitektur kerak bumi beserta gejala - gejala geologi yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan bentuk (deformasi) pada batuan yang membentuk kerak bumi. Dalam geologi struktur terdapat metode statistik. Metode statistik merupakan suatu metode yang diterapkan untuk mendapatkaan kisaran harga rata-rata atau harga maksimum dari sejumlah data acak. Dengan menggunakan metode ini, maka dapat diketahui kencederungan-kecenderungan bentuk pola ataupun kedudukan umum dari jenis struktur yang sedang dianalisa.
Metode statistik adalah salah satu metode penelitian yang digunakan dalam analisis struktur geologi yaitu dalam Tahap yang ketiga adalah melakukan analisis lanjut terhadap data-data lapangan yang ada untuk mengetahui mekanisme struktur yang terjadi di daerah penelitian. Hasil pengolahan tersebut berupa diagram roset, arah dan penunjaman sumbu lipatan serta bidang lipatan, arah tegasan utama, dan kinematika pergerakan sesar.
Perhitungan metode statistik dalam analisis struktur geologi bermanfaat bagi dunia pertambangan seperti dalam menentukan arah umum dari suatu data struktur lapangan, perhitungan cadangan, menentukan arah cadangan, dan lain-lain.

1.2  Tujuan
Adapun tujuan dilaksanakannya Praktikum pada percobaan tentang Metode Statistik kali ini adalah sebagai berikut :
1.     Mengetahui definisi metode statistik.
2.     Menentukan arah umum dari data struktur lapangan yang diambil di lapangan.


BAB II
DASAR TEORI

        Geologi struktur adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bentuk-bentuk arsitektur kerak bumi beserta gejala - gejala geologi yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan bentuk (deformasi) pada batuan yang membentuk kerak bumi. Geologi struktur mencakup bentuk permukaan yang juga dibahas pada studi geomorfologi, metamorfisme dan geologi rekayasa. Dengan mempelajari struktur tiga dimensi batuan dan daerah, dapat dibuat kesimpulan mengenai sejarah tektonik, lingkungan geologi pada masa lampau dan kejadian deformasinya. Hal ini dapat dipadukan pada waktu dengan menggunakan kontrol stratigrafi maupun geokronologi, untuk menentukan waktu pembentukan struktur tersebut (Ahmad, 2011).          
Metode  statistik adalah metode yang gunakan untuk mendapatkan kisaran harga rata – rata atau harga maksimum dari sejumlah data acak atau satu jenis struktur, dengan memakai metode ini dapat diketahui kecenderungan – kecenderungan, bentuk pola maupun kedudukan umum dari jenis struktur yang sedang dianalisa.              
Adapun macam – macam jenis statistik, yaitu :
  • Statistik Induktif adalah statistik yang digunakan untuk membuat berbagai inferensi terhadap sekumpulan data yang berasal dari sampel.
  • Statistik Deduktif adalah statistik yang digunakan untuk membuat berbagai informasi terhadap sekumpulan data yang berasal dari berbagai sampel.
  • Statistik Parametrik adalah alat bantu analisis data dengan berdasar atas asumsi – asumsi, bahwa sampelnya harus berdistribusi normal yang diambil secara random dan datanya berskala interval atau rasio
  • Statistik Non Parametrik adalah alat bantu analisis data yang tidak harus memenuhi persyaratan seperti statistik parametric (Thya, 2013).

    Pada metode statistik parameter – parameter yang digunakan ada dua (2) macam yaitu :
a.   Metode stratistik dengan satu parameter.
         Yang dimaksud adalah data – data yang akan dibuat diagramnya hanya terdiri dari satu unsur pengukuran, misalkan data dari kekar vertikal, arah liniasi struktur sedimen, arah liniasi frakmen breksi sesar, arah kelurusan.
Jenis diagram ini adalah :
·       Diagram kipas
Tujuan dari diagram ini adalah untuk mengetahui arah kelurusan umum dari usur-unsur struktur yang datanya hanya satu unsur pengukuran.
·       Diagram roset
Tujuan dari diagram ini adalah untuk mengetahui arah-arah kelurusan umum dari data dengan satu parameter, yaitu Trend.
·       Histogram
Tujuan diagram ini adalah untuk mengetahui arah kelurusan umu dari unsur-unsur suatu struktur (Noor, 2012).
b.   Metode statistik dengan dua parameter.
Metode ini diterapkan untuk data struktur yang memiliki dua unsur pengukuran seperti pada struktur garis yang menggunakan bearing dan plunge serta pada struktur bidang menggunakan strike dan dip. Jenis diagram yang digunakan adalah diagram kontur. Tujuan dari diagram ini adalah untuk analisa struktur geologi yang dimaksudkan untuk mendapatkan harga kerapatan maksimum dari data yang di analisa, sehingga dapat di ketahui orientasi atau kedudukan umum struktur yang di analisa (Ruhimat, M. dkk. 2006).
Cara pembuatan diagram kontur :
-       Tahap 1 : tahap pengeplotan data.
-       Tahap 2 : tahap penghitungan kerapatan data.
-       Tahap 3 : tahap countering titik – titk kerapatan.
Harga rata-rata atau arah umum dari sejumlah data acak satu jenis struktur adalah interval data yang memiliki jumlah terbesar, kemudian diambil nilai tengah dari interval tersebut, dijumlahkan dengan batas bawah dari kelas interval, maka akan diperoleh arah umum shear joint nya. Untuk mengoptimalkan hasil yang dicapai dalam analisa struktur-struktur geologi, maka perlu digunakan suatu metode yang dapat menafsirkan tentang kinematika dan mekanisme pembentukan yang dianalisa, sehingga penafsirannya mendekati hal yang sebenarnya. Metode statistik merupakan cara untuk menentukan harga rata-rata atau harga maksimum dari sejumlah harga acak satu jenis struktur. Sehingga kemudian dapat diketahui kecenderungan-kecenderungan bentuk pola ataupun kedudukan umum dari suatu struktur (Fauzan, 2015).
Analisis struktur geologi terhadap daerah penelitian dilakukan melalui tiga tahap penelitian. Tahap pertama merupakan pendekatan tidak langsung, yaitu dengan cara menginterpretasikan gejala struktur di lapangan dengan menarik kelurusan pada peta topografi dan citra satelit. Tahap kedua adalah melakukan pengamatan secara langsung di lapangan dan pengambilan data lapangan berupa kedudukan lapisan, bidang sesar, kekar gerus (shear fracture), slickensides dan breksiasi. Tahap yang ketiga adalah melakukan analisis lanjut terhadap data-data lapangan yang ada untuk mengetahui mekanisme struktur yang terjadi di daerah penelitian. Hasil pengolahan tersebut berupa diagram roset, arah dan penunjaman sumbu lipatan serta bidang lipatan, arah tegasan utama, dan kinematika pergerakan sesar (Sapiie, 2009).



BAB III
METODE PENELITIAN

3.1  Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu :
1.   Busur derajat
2.   Jangka
3.   Penggaris
4.   Alat tulis

3.2  Skema Kerja
3.2.1    Cara Pembuatan Diagram Kipas
1.  Membuat data tabel tabulasi dari data lapangan.
2.  Menentukan jari - jari diagram setengah lingkaran (00 - 1800) dengan cara yaitu jumlah data terbanyak sebagai jari - jari maksimum.
3.  Membagi sisi paling luar dari busur sesuai dengan pembagian arahnya, dari situ ditarik garis - garis kearah pusat busur.
4.  Membagi sisi paling luar dari busur sesuai dengan pembagian arahnya, dari situ ditarik  garis - garis kearah pusat busur.
5.  Memasukkan hasil perhitungan presentase kedalam gambar sehingga didapatkan analisa arah umum kekar gerusnya.
3.2.2    Cara Pembuatan Diagram Roset
1.   Membuat data abel tabulasi dari data lapangan.
2.   Menentukan jari - jari diagram lingkaran penuh lengkap dengan sudut - sudutnya (00 - 3600).
3.   Membagi sisi paling luar dari busur sesuai dengan pembagian arahnya, dari situ ditarik garis           - garis ke arah pusat busur.
4.   Memasukkan hasil perhitungan presentase kedalam gambar sehingga didapatkan analisa arah umum kekar gerusnya



3.2.3    Cara Pembuatan Histogram
1.   Membuat data tabel tabulasi yang sama dengan cara pembuatan diagram kipas.
2.   Membuat sumbu vertikal dengan memasukkan harga prosentase dari pada tabel tabulasi.
3.   Membuat sumbu horizontal dengan memasukkan harga besar sudut dari arah barat ke timur, dengan patokan arah utara pada bagian tengah.
4.   Memasukkan hasil perhitungan dari tabel tabulasi ke dalam diagram hingga menghasilkan sebuah diagram batang. Batang yang paling tinggi menunjukkan hasil analisa dari arah umum.





BAB IV
DATA DAN HASIL
4.1Data
4.1.1 Data pengukuran

No.
N. . ./E
No.
N. . ./E
1
175
26
127
2
136
27
143
3
16
28
124
4
166
29
127
5
138
30
141
6
131
31
144
7
168
32
123
8
169
33
129
9
162
34
223
10
132
35
47
11
111
36
110
12
304
37
111
13
297
38
302
14
114
39
133
15
157
40
163
16
307
41
151
17
106
42
108
18
134
43
122
19
130
44
128
20
107
45
146
21
111
46
113
22
109
47
126
23
126
48
121
24
148
49
97
25
142
50
45

4.1.2 Data tabel tabulasi diagram kipas 

Arah
Notasi
Jumlah
Presentase
N. . ./E
N. . ./E
0 – 5
181 – 185



6 – 10
186 – 190



11 – 15
191 -195



16 – 20
196 -200



21 – 25
201 -205



26 – 30
206 -210



31 – 35
211 – 215



36 – 40
216 – 220



41 – 45
221 – 225
II
2
4%
46 – 50
226 – 230
I
1
2%
51 – 55
231 – 235



56 – 60
236 – 240



61 – 65
241 – 245



66 – 70
246 – 250



71 – 75
251 – 255



76 – 80
256 – 260



81 – 85
261 – 265



86 – 90
266 – 270



91 – 95
271 – 275



96 – 100
276 – 280
I
1
2%
101 – 105
281 – 285



106 – 110
286 – 290
IIII
4
8%
111 – 115
291 – 295
IIII
5
10%
116 – 120
296 – 300
III
3
6%
121 – 125
301 – 305
IIII I
6
12%
126 – 130
306 – 310
IIII III
8
16%
131 – 135
311 – 315
IIII
4
8%
136 – 140
316 - 320
II
2
4%
141 – 145
321 – 325
IIII
4
8%
146 – 150
326 – 330
II
2
4%
151 – 155
331 – 335
I
1
2%
156 – 160
336 – 340
I
1
2%
161 – 165
341 – 345
II
2
4%
166 – 170
346 – 350
III
3
6%
171 – 175
351 – 355
I
1
2%
176 – 180
356 – 360


















































4.1.3 Data tabel tabulasi diagram roset
                                                
Arah
Notasi
Jumlah
%
Arah
Notasi
Jumlah
%
N. . ./E
N. . ./E
0 – 5
181 – 185
6 – 10
186 – 190
11 – 15
191 -195
16 – 20
196 -200
21 – 25
201 -205
26 – 30
206 -210
31 – 35
211 – 215
36 – 40
216 – 220
41 – 45
I
I
2%
221 – 225
I
1
2%
46 – 50
I
I
2%
226 – 230
51 – 55
231 – 235
56 – 60
236 – 240
61 – 65
241 – 245
66 – 70
246 – 250
71 – 75
251 – 255
76 – 80
256 – 260
81 – 85
261 – 265
86 – 90
266 – 270
91 – 95
271 – 275
96 – 100
I
1
2%
276 – 280
101 – 105
281 – 285
106 – 110
IIII
4
8%
286 – 290
111 – 115
IIII
5
10%
291 – 295
116 – 120
II
2
4%
296 – 300
I
1
2%
121 – 125
IIII
4
8%
301 – 305
II
2
4%
126 – 130
IIII II
7
14%
306 – 310
I
1
2%
131 – 135
IIII
4
8%
311 – 315
136 – 140
II
2
4%
316 - 320
141 – 145
IIII
4
8%
321 – 325
146 – 150
II
2
4%
326 – 330
151 – 155
I
1
2%
331 – 335
156 – 160
I
1
2%
336 – 340
161 – 165
II
2
4%
341 – 345
166 – 170
III
3
6%
346 – 350
171 – 175
I
1
2%
351 – 355
176 - 180
356 – 360

4.2  Hasil
Terlampir.


BAB V
PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini, dalam mata kuliah geologi struktur yaitu tentang metode statistik. Pada praktikum kali ini praktikan akan membahas mengenai apa itu diagram kipas, diagram roset, dan histogram. Tujuan praktikum kali ini yaitu Mengetahui definisi metode statistik, dan menentukan arah umum dari data struktur lapangan yang diambil di lapangan. Percobaan ini dimaksudkan untuk mengetahui arah umum dari suatu struktur dengan menggumpulkan harga maksimum dari data acak. Dalam menentukan sebuah arah umum pada suatu struktur perlunya penggumpulan data minimal 50 data agar terlihat jelas dari arah umum dominannya. Data-data yang telah dikumpulkan secara acak kemudian di susun kedalam tabel tabulasi agar dapat mempermudah dalam penggambaran ataupun melukisnya. Praktikan diharapkan agar dapat mengerti dan memahami tentang cara pembuatan diagram kipas, diagram roset, histrogram, serta parameter – parameter yang ada pada metode statistik.
Metode  statistik adalah metode yang gunakan untuk mendapatkan kisaran harga rata–rata atau harga maksimum dari sejumlah data acak atau satu jenis struktur, dengan memakai metode ini dapat diketahui kecenderungan-kecenderungan, bentuk pola maupun kedudukan umum dari jenis struktur yang sedang dianalisa. Dalam penggambaran menggunakan diagram kipas bentuk yang digunakan hanya setengah lingkaran atau 2700. Untuk interval dari jarak setiap lingkaran merupakan nilai dari persentase terbesar. Dari tabel tabulasi yang telah dihitung dan dipersenkan masukkan data atau nilai harga rata - rata kedalam diagram kipas sehingga diperoleh arah umum dari struktur yang dianalisa arah umumnya dituliskan N 3080 E (arah umumnya menggarah ke barat laut).
Penggambaran menggunakan diagram roset hampir sama dengan diagram kipas yang membedakannya hanyalah bentuk. Diagram roset berbentuk satu putaran penuh atau 3600. Untuk interval dari jarak setiap lingkaran merupakan nilai dari persentase terbesar. Dari tabel tabulasi yang telah dihitung dan dipersenkan masukkan data atau nilai harga rata - rata kedalam diagram roset sehingga diperoleh arah umum dari struktur yang dianalisa arah umumnya dituliskan N 1280 E (arah umumnya pada menggarah ke tenggara). Pada penggambaran terakhir dengan menggunakan diagram histogram dimana bentuk diagram ini adalah batang. Diagram roset ini mengguanakn data tabulasi dari data tabulasi yang digunakan untuk membuat diagram kipas. Untuk menentukan arah umum memakai diagram ini dimulai dengan sudut arah terbesar yang dimulai dari arah barat ke arah timur dengan patokan arah utara di tengah. Sehingga diperoleh arah umumnya adalah N 3080 E.
Dalam beberapa hal, Metode statistik dapat bermanfaat dalam pengidentifikasian suatu reservoir. Pada hal ini, yang lebih berpengaruh adalah sistem kekarnya, dimana sistem kekar tersebut bisa mempengaruhi proses - proses mineralisasi yang terjadi, yang merupakan saluran dan tempat berkumpulnya mineral-mineral berharga, seperti misalnya endapan hydrothermal (Au, Cu, Pb, Zn). Selain itu manfaat dalam mempelajari metode statistik dalam dunia pertambangan adalah dapat sebagai penentu dari arah liniasi struktur sedimen, arah liniasi frakmen breksi sesar, serta arah kelurusan gawir.
Manfaat lain dari metode statistik yaitu untuk menentukan arah cadangan dominan dari suatu pengamatan lapangan pada struktur geologi yang diketahui sebagai penunjuk arah cadangan pada tahap eksplorasil. Oleh karena itu, metode statistik adalah salah satu metode yang digunakan dalam metode penelitian analisis struktur geologi.

  


BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1    Kesimpulan
Adapun pada praktikum kali ini dapat ditarik kesimpulan yaitu :  
  1. Metode statistik adalah metode yang di terapkan untuk mendapatkan kisaran harga rata – rata atau harga maksimum dari sejumlah data acak atau satu jenis struktur.
  2. Adapun arah umum dari data struktur lapangan yang diambil di lapangan, yaitu : pada diagram kipas arah umumnya adalah N 308 E ke Barat Laut, pada diagram roset arah umumnya adalah N 128 E ke Tenggara, serta pada Histogram arah umumnya adalah N 308 E. 

6.2    Saran
Adapun saran yang dapat diberikan oleh praktikan yaitu penyampaian materi praktikum oleh asisten sebaiknya lebih jelas dan terperinci lagi agar dapat dengan mudah dimengerti dan dipahami oleh praktikan.dan sebaiknya didalam laboratorium baik asisten maupun praktikan dapat mencairkan suasana agar dapat lebih mengakrabkan diri lagi





DAFTAR PUSTAKA

Ahmad. 2011. Kaidah Ilmu Struktur Geologi. Bandung: AMPI.
Djauhari, Noor. 2012. Pengantar Geologi. Jakarta: Gramedia.
Fauzan. 2015. Ilmu Geologi Struktu Pada Metode Statistik. Jakarta: Graha Indo.
Sapiie, Benyamin, dkk. 2009. Geologi Dasar. Bandung: ITB.
Thya. 2013. Metode Statistik. Jakarta: Aneka Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar